BEI Rombak IDXVESTA28, 12 Saham Dicoret! BBCA, EMTK, TLKM Ikut Terdepak
EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap indeks IDXVESTA28. Hasil evaluasi tersebut membawa perubahan besar pada komposisi indeks, dengan 12 saham masuk sebagai konstituen baru dan 12 saham lainnya dikeluarkan dari penghitungan indeks.
Berdasarkan Lampiran 4 Pengumuman BEI No. Peng-00160/BEI.POP/08-2026 tanggal 24 Agustus 2026, hasil evaluasi mayor IDXVESTA28 akan berlaku mulai 1 September 2026 hingga 26 Februari 2027. Sementara itu, periode efektif jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks berlaku hingga 30 November 2026.
Sejumlah emiten berkapitalisasi besar tercatat masuk ke dalam IDXVESTA28, di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).
Dari sisi bobot, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tetap menjadi konstituen dengan bobot terbesar setelah evaluasi, yakni 6,31%. Namun, bobot tersebut turun dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 6,98%.
Posisi berikutnya ditempati INDF yang langsung memiliki bobot 6,30%, disusul PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan bobot 6,25%. Selanjutnya, GJTL memiliki bobot 5,08%, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (ADRO) 4,97%, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 4,93%, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 4,88%, ISSP 4,78%, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) 4,48%.
Perubahan bobot juga terjadi pada sejumlah saham lama. ADRO meningkat dari 4,61% menjadi 4,97%, sedangkan AKRA naik dari 4,57% menjadi 4,93%. ANTM naik dari 1,70% menjadi 1,87%, ASII dari 1,81% menjadi 2,71%, BMRI dari 2,18% menjadi 2,56%, dan MAPI dari 3,58% menjadi 4,88%.
Sebaliknya, sejumlah konstituen mengalami penurunan bobot. BBNI turun dari 2,46% menjadi 2,27%, ICBP dari 6,98% menjadi 6,31%, ITMG dari 6,64% menjadi 6,25%, JPFA dari 3,83% menjadi 3,40%, JSMR dari 4,37% menjadi 4,34%, LSIP dari 3,28% menjadi 2,81%, MEDC dari 4,17% menjadi 3,65%, PGAS dari 4,50% menjadi 4,04%, dan UNTR dari 3,32% menjadi 3,30%.
Adapun 12 saham yang masuk sebagai konstituen baru IDXVESTA28 yakni AALI dengan bobot 3,05%, AUTO 4,58%, BRPT 1,43%, BULL 0,89%, GGRM 2,22%, GJTL 5,08%, INDF 6,30%, ISSP 4,78%, PWON 2,36%, SMGR 1,14%, SMRA 1,97%, dan TOTL 3,45%.
Sementara itu, 12 saham yang dikeluarkan dari penghitungan IDXVESTA28 adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Dengan perubahan tersebut, komposisi IDXVESTA28 mengalami perombakan signifikan. Sejumlah nama besar yang sebelumnya berada dalam indeks, seperti BBCA, TLKM, ISAT, KLBF, INKP, dan EMTK, kini tidak lagi masuk dalam penghitungan. Di sisi lain, sejumlah emiten baru langsung memperoleh bobot yang cukup besar, terutama INDF, GJTL, AUTO, dan ISSP.
BEI juga menetapkan bahwa jumlah saham yang digunakan untuk penghitungan indeks akan disesuaikan pada tanggal efektif apabila terdapat aksi korporasi sebelum tanggal tersebut. Penyesuaian dapat dilakukan apabila terjadi stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, dan/atau dividen saham.
Dengan demikian, evaluasi mayor IDXVESTA28 tidak hanya mengubah daftar konstituen, tetapi juga menggeser bobot sejumlah saham di dalam indeks untuk periode September 2026 hingga Februari 2027.