BEI Telisik Saham TRUK, Free Float Usai Tender Offer Cuma 14,82%

BEI Telisik Saham TRUK, Free Float Usai Tender Offer Cuma 14,82%
PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) buka suara atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kondisi keuangan, pergerakan harga saham, hingga rencana perubahan pengendalian melalui penawaran tender sukarela.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) buka suara atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kondisi keuangan, pergerakan harga saham, hingga rencana perubahan pengendalian melalui penawaran tender sukarela.

Salah satu perhatian utama Bursa adalah posisi free float TRUK yang diproyeksikan sebesar 14,82% setelah pelaksanaan penawaran tender sukarela oleh PT Pukul Rata Kanan. Angka tersebut masih berada di bawah ketentuan minimum free float sebesar 15% sebagaimana diatur dalam Peraturan BEI I-A Tahun 2026.

Menanggapi kondisi tersebut, Sri Lestari Corporate SecretaryTRUK menyatakan pengendali perseroan berkomitmen melakukan langkah yang diperlukan untuk memenuhi ketentuan free float. Salah satu opsi yang dapat ditempuh adalah pelepasan sebagian saham milik pengendali kepada masyarakat.

" Langkah tersebut akan dilakukan dengan tetap mengacu pada ketentuan pasar modal dan peraturan BEI yang berlaku," jelas  Sri Lestari dalam menjawab surat permintaan penjelasan BEI pada Kamis (10/8).

Di tengah isu perubahan pengendalian tersebut, kinerja keuangan TRUK hingga semester I-2026 masih mencatatkan rugi. Meski demikian, perseroan menegaskan struktur keuangannya masih ditopang ekuitas positif.

Per 30 Juni 2026, TRUK membukukan total aset Rp52,23 miliar, dengan liabilitas Rp15,38 miliar dan ekuitas Rp36,85 miliar. Dari aktivitas bisnis, pendapatan selama enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp19,24 miliar, sedangkan laba bruto tercatat Rp2,72 miliar.

Ada pula perbaikan dari sisi arus kas. Arus kas neto dari aktivitas operasi berbalik positif menjadi Rp310,19 juta, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih negatif Rp167,93 juta.

Manajemen menyatakan akan melanjutkan upaya pengembangan usaha dan optimalisasi kegiatan operasional, termasuk menjajaki peluang bisnis yang dinilai dapat menopang pertumbuhan perseroan.

Sementara terkait pergerakan harga saham TRUK, manajemen tidak mengaitkannya dengan satu faktor tertentu. Perseroan menilai pembentukan harga saham merupakan hasil interaksi permintaan dan penawaran yang dapat dipengaruhi informasi perusahaan, kondisi pasar modal, aktivitas perdagangan, serta keputusan investasi pelaku pasar.

Perubahan pengendalian menjadi salah satu poin penting dalam tanggapan TRUK kepada BEI. PT Pukul Rata Kanan menjadi pihak yang dikaitkan dengan rencana perubahan pengendalian melalui penawaran tender sukarela.

Jika perubahan pengendalian terealisasi, perseroan membuka kemungkinan terjadinya perubahan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO), termasuk kemungkinan bertambahnya pihak yang menjadi pemilik manfaat akhir.

Namun hingga tanggal surat tanggapan, TRUK menyatakan belum memiliki rencana pengembangan usaha yang telah ditetapkan setelah perubahan pengendalian.

Perseroan juga belum mengetahui komitmen pengendali baru untuk mempertahankan kepemilikannya di TRUK. Kendati demikian, manajemen menyatakan akan berdiskusi dengan pengendali baru untuk mendorong keberlanjutan kepemilikan tersebut apabila perubahan pengendalian benar-benar terjadi.

Di sisi bisnis, belum terdapat keputusan mengenai perubahan bidang usaha. TRUK menyatakan tetap terbuka terhadap peluang pengembangan kegiatan usaha maupun aksi korporasi yang nantinya dapat diinisiasi pengendali baru.

Perlu diketahui saham TRUK saat ini tengah disuspensi BEI lantaran terjadi lonjakan harga saham. Sebelum suspensi pada 25 September 2026 saham TRUK berada level Rp2.580.