Boy Thohir Tinggalkan Batu Bara Australia, Bawa Rp12,6 Triliun

Boy Thohir Tinggalkan Batu Bara Australia, Bawa Rp12,6 Triliun
Emiten milik Boy Thohir PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi merampungkan penjualan seluruh kepemilikan saham dan warannya pada Kestrel Coal Group Pty Ltd (Kestrel), Australia, kepada Yancoal Australia Limited.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Emiten milik Boy Thohir PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi merampungkan penjualan seluruh kepemilikan saham dan warannya pada Kestrel Coal Group Pty Ltd (Kestrel), Australia, kepada Yancoal Australia Limited.

Transaksi tersebut diselesaikan melalui anak usaha AADI, Adaro Capital Limited (ACL), pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dari transaksi ini, nilai divestasi sebelum pajak mencapai US$814,12 juta.

Jika menggunakan asumsi kurs JISDOR sebesar Rp17.877 per dolar AS, nilai transaksi tersebut setara dengan sekitar Rp14,55 triliun. Setelah memperhitungkan kewajiban pajak, dana bersih yang diterima ACL mencapai US$734,83 juta, atau sekitar Rp13,14 triliun.

Direktur Utama AADI Julius Aslan mengatakan pelepasan aset Kestrel merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memusatkan pengembangan usaha di Indonesia.

“Transaksi ini selaras dengan langkah strategis Perseroan pada pengembangan usaha di dalam negeri, sesuai dengan fokus bisnis Grup Adaro saat ini,” ujar Julius dalam keterangan resminya.

Dana hasil divestasi tersebut akan diarahkan untuk sejumlah agenda strategis. Perseroan berencana menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan bisnis grup di Indonesia, membayar dividen kepada pemegang saham, memperkuat struktur permodalan, serta mengurangi sebagian pinjaman internal grup.

Salah satu hal yang menjadi perhatian investor adalah rencana pembagian dividen dari hasil transaksi tersebut. Namun, hingga saat ini AADI belum menetapkan besaran dividen maupun jadwal pembayarannya.

Manajemen menegaskan, pelaksanaan dividen nantinya tetap mengikuti mekanisme keputusan korporasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan rampungnya divestasi Kestrel, AADI kini memiliki tambahan dana segar yang cukup besar untuk menopang agenda bisnis domestik sekaligus memberikan ruang bagi perseroan untuk memperkuat struktur keuangannya.