Danantara, INA, dan TPIA Rampungkan Investasi Pabrik Kimia

Danantara, INA, dan TPIA Rampungkan Investasi Pabrik Kimia
Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi menyelesaikan transaksi investasi strategis untuk proyek pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). Proyek ini ditujukan untuk memperkuat pasokan bahan kimia domestik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi menyelesaikan transaksi investasi strategis untuk proyek pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). Proyek ini ditujukan untuk memperkuat pasokan bahan kimia domestik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Melalui proyek tersebut, Chandra Asri Group akan mengembangkan fasilitas dengan kapasitas produksi sekitar 400 kiloton per tahun (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC). Kedua produk tersebut merupakan bahan baku penting bagi berbagai sektor manufaktur, termasuk industri bauksit dan alumina yang membutuhkan soda kaustik dalam proses pengolahan.

Peningkatan produksi dalam negeri diharapkan dapat menekan kebutuhan impor, menghemat devisa, serta memperkuat rantai pasok industri hilir nasional. Kemitraan ini menggabungkan kemampuan investasi DIM dan INA dengan pengalaman operasional serta keahlian industri Chandra Asri Group.

Berdasarkan perkembangan hingga September 2026, progres konstruksi proyek telah mencapai sekitar 80%. Pemasangan peralatan utama masih berlangsung, bersamaan dengan pengembangan infrastruktur pendukung seperti dermaga, trestle, dan fasilitas penyimpanan. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyatakan bahwa penyelesaian kemitraan investasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia strategis Indonesia. Proyek ini juga diharapkan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama konstruksi dan 250 pekerjaan permanen saat memasuki tahap operasional.

Sementara itu, CEO DIM Pandu Sjahrir menilai proyek CA-EDC sejalan dengan agenda hilirisasi nasional dan mandat investasi jangka panjang yang tetap memperhatikan aspek komersial. Ketua Dewan Direktur INA Oki Ramadhana menambahkan bahwa kebutuhan pasar terhadap soda kaustik dan EDC menjadi salah satu landasan komersial proyek tersebut.

Penyelesaian transaksi investasi ini menandai berlanjutnya kolaborasi antara investor institusi dan pelaku industri untuk memperkuat kapasitas produksi bahan kimia di Indonesia. Dengan target operasi komersial pada 2027, proyek CA-EDC diharapkan dapat memperdalam rantai pasok domestik dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Seperti diketahui Total nilai proyek pembangunan fasilitas Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) adalah US$800 juta (sekitar Rp13,39 triliun), dengan kontribusi investasi bersama dari Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA) sebesar US$200 juta (sekitar Rp3,37 triliun)