Danantara Siapkan BUMN IPO di 2027, Ada Sektor Tambang!

Danantara Siapkan BUMN IPO di 2027, Ada Sektor Tambang!
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan rencana sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan rencana sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pembahasan dan tahapan persiapan untuk membawa sejumlah BUMN ke pasar modal telah mulai dilakukan bersama Danantara dan Kementerian BUMN.

“Kita sudah mulai pembahasan dan sudah memulai tahapan-tahapannya di Danantara dan BUMN,” kata Rosan saat menghadiri Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10).

Menurut Rosan, terdapat sejumlah BUMN yang telah dipersiapkan untuk melantai di bursa dan ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027.

Rosan menilai, masuknya perusahaan pelat merah ke pasar modal dapat menjadi salah satu bentuk transparansi dalam pengelolaan perusahaan milik negara. Dengan menjadi perusahaan terbuka, pengawasan terhadap BUMN tidak hanya berasal dari pemerintah.

Perusahaan juga akan berada dalam pengawasan regulator pasar modal, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investor publik, pemegang saham, serta masyarakat luas.

“Tahun 2027 kita sudah mengidentifikasi beberapa perusahaan untuk melantai ke bursa. Ini juga sebagai salah satu bentuk dari transparansi kita dalam rangka meningkatkan akuntabilitas, karena kalau di bursa banyak yang memantau atau melihatnya, baik dari OJK, masyarakat dan yang berkepentingan lainnya,” ujar Rosan.

Selain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, Rosan mengatakan aksi korporasi tersebut diharapkan membuat pertumbuhan BUMN dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Manfaat tersebut dapat berasal dari peningkatan nilai tambah hingga perkembangan operasional perusahaan.

Saat ini, Danantara masih melakukan proses identifikasi terhadap sejumlah BUMN yang berpotensi melantai di bursa. Proses tersebut ditargetkan dilakukan sebelum akhir 2026.

Rosan mengatakan perusahaan yang dipilih nantinya merupakan BUMN yang memiliki potensi serta mendapatkan respons positif dari dunia usaha, baik di dalam maupun luar negeri.

Menariknya, kandidat BUMN yang disiapkan untuk IPO tidak hanya berasal dari satu sektor. Rosan menyebut terdapat perusahaan dari sektor finansial, infrastruktur, hingga pertambangan yang masuk dalam identifikasi.

“(BUMN yang akan melantai di bursa) Ada sektor finansial, infrastruktur, pertambangan juga ada,” kata Rosan.