Grup Bakrie (VIVA) Panggil Pemegang Saham, Ada Private Placement
EmitenTrust.com - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 November 2026. Salah satu agenda penting RUPSLB adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan dengan nomor surat 0096/GLRCC/VMA/X/2026, rapat dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB di Bakrie Tower Lantai 36, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta.
Pemegang saham yang berhak menghadiri rapat ditentukan berdasarkan daftar pemegang saham pada 23 Oktober 2026.
Dalam agenda RUPSLB, VIVA juga meminta persetujuan atas perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar perseroan. Perubahan tersebut berkaitan dengan rencana mengubah sebagian saham Seri A dan seluruh saham Seri B yang masih berada dalam portepel atau belum ditempatkan dan disetor menjadi saham Seri C.
Selain itu, perubahan anggaran dasar tersebut akan mencakup peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebagai hasil pelaksanaan PMTHMETD.
Sementara itu, RUPST akan membahas tiga agenda utama. Pertama, persetujuan dan pengesahan laporan tahunan serta laporan keuangan auditan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, sekaligus pemberian pembebasan dan pelunasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi atas tindakan pengawasan dan pengurusan selama tahun buku tersebut.
Kedua, pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menentukan dan menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, termasuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya.
Ketiga, persetujuan atas pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi perseroan.
Sebagai informasi, PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) berencana melakukan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 43,08 miliar saham Seri C.
Aksi korporasi ini ditujukan untuk mengonversi utang sebesar Rp1,72 triliun kepada dua kreditur terafiliasi, yakni PT Harta Abadi Jaya (HAJ) dan PT Jayakarta Sugih Makmur (JSM), menjadi saham baru.
Berdasarkan prospektusi yang dipublikasikan pada 9 Oktober 2026, VIVA menyebut rencana tersebut dilakukan untuk memperbaiki posisi keuangan sekaligus memenuhi kewajiban berdasarkan putusan homologasi pengadilan yang mengesahkan perjanjian perdamaian.
Berdasarkan catatan peristiwa setelah tanggal neraca dalam laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 yang belum diaudit, total liabilitas atau utang ex-Senior Facility yang akan diselesaikan berdasarkan putusan homologasi mencapai Rp2,07 triliun. Dari jumlah tersebut, kewajiban yang secara langsung menjadi tanggung jawab VIVA mencapai Rp1,72 triliun.
Utang tersebut terdiri atas kewajiban kepada HAJ sebesar Rp1,01 triliun dan kepada JSM sebesar Rp712,56 miliar. Perseroan berencana menyelesaikan kewajiban tersebut melalui konversi utang menjadi saham baru berdasarkan putusan homologasi dan perjanjian konversi utang.
Dalam rencana PMTHMETD tersebut, HAJ dan JSM akan menjadi penerima saham baru karena keduanya merupakan kreditur atas utang yang dikonversi. VIVA mengungkapkan bahwa kedua pihak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan lantaran berada di bawah pengendali yang sama, yakni BGV.
Harga pelaksanaan konversi akan ditetapkan berdasarkan nilai tertinggi antara nilai nominal saham Seri C sebesar Rp40 per saham dan rata-rata harga penutupan saham VIVA di pasar reguler selama 25 hari bursa sebelum permohonan pencatatan saham tambahan disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga tersebut akan dibulatkan sesuai fraksi harga saham yang berlaku.Data Bursa Efek
Dengan asumsi harga pelaksanaan minimal Rp40 per saham, jumlah saham baru yang diterbitkan diperkirakan mencapai maksimal 43.087.334.600 saham, sebelum memperhitungkan saham odd lot yang akan dibayarkan secara tunai.
Secara keseluruhan, saham baru tersebut diperkirakan mewakili 72,3529% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh VIVA setelah aksi korporasi.
Dari jumlah tersebut, HAJ diperkirakan memperoleh maksimal 25.273.323.200 saham atau 42,4394% dari total saham setelah pelaksanaan PMTHMETD. Sementara itu, JSM akan memperoleh maksimal 17.814.011.400 saham atau setara 29,9136%