EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IHSG Ditutup Ambruk 11,57%, MSCI Bikin Bursa RI Berdarah!

Oleh Komarudin 16 Oct 2026 16:40 3 menit baca

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 11,57% pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026), tertekan sentimen pengumuman MSCI yang membuka opsi mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. 

IHSG merosot 678,67 poin ke level 5.185,10. Pelemahan tajam tersebut terjadi di tengah tekanan jual yang melanda hampir seluruh saham di pasar domestik.

Seluruh indeks sektoral kompak melemah dan menjadi pemberat pergerakan IHSG. Sektor Barang Baku mencatat penurunan terdalam sebesar 13,37%, diikuti Kesehatan yang anjlok 13,16% dan Infrastruktur yang terkoreksi 13,00%.

Tekanan juga melanda sektor Perindustrian yang merosot 11,89%, Energi turun 11,39%, serta Barang Konsumen Non-Primer melemah 11,12%. Selanjutnya, sektor Transportasi turun 10,91% dan Barang Konsumen Primer terkoreksi 10,11%.

Adapun sektor Properti dan Real Estat merosot 9,63%, Keuangan turun 8,98%, sedangkan Teknologi melemah 8,88%.

Aktivitas perdagangan saham berlangsung ramai di tengah koreksi tajam tersebut. Total volume transaksi mencapai 67,61 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp31,58 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 775 saham melemah, hanya 10 saham menguat, dan 10 saham bergerak stagnan.

Sejumlah saham mengalami penurunan harga yang signifikan. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) merosot Rp2.625 menjadi Rp22.625 per saham, sedangkan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp2.300 ke level Rp23.000 per saham.

Sementara itu, saham PT DCII Indonesia Tbk (DCII) terkoreksi Rp4.825 menjadi Rp188.175 per saham.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga. Saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) naik Rp1.125 menjadi Rp5.625 per saham. Saham PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) menguat Rp940 ke level Rp4.710, sedangkan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) naik Rp640 menjadi Rp3.220 per saham.

Saham perbankan menjadi beberapa saham dengan frekuensi transaksi tertinggi pada perdagangan hari ini.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat diperdagangkan sebanyak 219.483 kali dengan nilai transaksi Rp3,2 triliun.

Berikutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat 185.072 kali transaksi senilai Rp6,4 triliun. Sementara saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diperdagangkan sebanyak 159.243 kali dengan nilai transaksi Rp2,7 triliun.

Tekanan jual juga terlihat pada sejumlah konstituen indeks LQ45. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 15,00% menjadi Rp1.615 per saham. Saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) juga merosot 15,00% ke level Rp476 per saham.

Selanjutnya, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tercatat melemah hingga 15,00% ke level Rp1.190 per saham. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turut terkoreksi 14,92% menjadi Rp1.055 per saham.

Koreksi tajam IHSG terjadi di tengah ketidakpastian mengenai evaluasi MSCI terhadap klasifikasi pasar saham Indonesia. Usulan perubahan status tersebut masih melalui proses konsultasi sehingga belum menjadi keputusan final.

Perkembangan selanjutnya, termasuk respons otoritas pasar modal dan hasil konsultasi MSCI, akan menjadi perhatian investor dalam mencermati arah perdagangan saham Indonesia.

Topik terkait
IHSG indeks sektor top gainers LQ45 penutupan