IHSG Ditutup Merosot 0,37%, Tapi Saham Ini Terbang 34% Hingga ARA
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Senin (24/8/2026). IHSG turun 24,02 poin atau 0,37% ke level 6.501,66.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan level terendah di 6.474 dan tertinggi 6.551, setelah dibuka pada level 6.525.
Tekanan IHSG terutama datang dari 10 indeks sektoral yang berakhir melemah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor properti dan real estat sebesar 1,67%, disusul sektor kesehatan 1,59% dan transportasi 0,91%.
Sektor teknologi juga turun 0,77%, barang konsumer siklikal 0,68%, keuangan 0,50%, infrastruktur 0,32%, barang konsumer non-primer 0,13%, industri 0,05% dan energi 0,04%.
Sementara itu, hanya sektor barang baku (IDXBASIC) yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 1,38%.
Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan total volume mencapai 35,56 miliar saham dan nilai transaksi Rp14,05 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 367 saham melemah, 259 saham menguat, sedangkan 166 saham stagnan.
Beberapa saham yang mencatat kenaikan harga antara lain POLU yang naik Rp2.275 menjadi Rp13.650, EMAS bertambah Rp750 menjadi Rp8.650, serta SINI naik Rp675 menjadi Rp8.750 per saham.
Di jajaran top gainers, PICO memimpin dengan lonjakan 34,30% hingga menyentuh ARA ke Rp184. Kemudian ELIT melesat 34,03% ke Rp256, SAFE naik 24,87% ke Rp492, EKAD menguat 24,51% ke Rp386, dan CENT naik 24,41% ke Rp107.
Sebaliknya, MPRO turun Rp1.125 menjadi Rp12.000, SRAJ melemah Rp750 menjadi Rp13.350, sedangkan BYAN turun Rp450 menjadi Rp15.150 per saham.
Top losers ditempati MDIA yang anjlok 10% ke Rp252, ICON turun 9,62% ke Rp122, BLTZ terkoreksi 9,09% ke Rp2.000, WMPP turun 9,09% ke Rp30, dan BTEK melemah 9,09% ke Rp10.
Dari sisi frekuensi transaksi, PADI menjadi saham paling aktif dengan 82.063 kali transaksi senilai Rp189 miliar. Berikutnya INET sebanyak 65.409 kali senilai Rp310 miliar dan BUMI sebanyak 63.414 kali dengan nilai transaksi Rp674 miliar.
Sementara di jajaran saham LQ45, tekanan terbesar dialami XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) yang turun 4,93%, disusul Indosat (ISAT) melemah 3,31% dan Surya Citra Media (SCMA) terkoreksi 2,78%.
Sebaliknya, tiga saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah Adaro Andalan Indonesia (AADI) naik 4,59%, Bukit Asam (PTBA) menguat 3,33%, dan Alamtri Resources Indonesia (ADRO) naik 3,14%.