Laba Mayora (MYOR) Melonjak 31%, Tembus Rp2,43 Triliun

Laba Mayora (MYOR) Melonjak 31%, Tembus Rp2,43 Triliun
PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,43 triliun hingga 30 September 2026. Angka tersebut meningkat 31,35% dibandingkan Rp1,85 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,43 triliun hingga 30 September 2026. Angka tersebut meningkat 31,35% dibandingkan Rp1,85 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, Rabu (28/10), penjualan bersih Mayora mencapai Rp28,13 triliun, tumbuh 3,59% dibandingkan Rp27,16 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Kinerja laba tumbuh lebih tinggi daripada penjualan. Laba kotor perseroan meningkat 22,57% menjadi Rp7,06 triliun dari Rp5,76 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba usaha juga naik 20,08% menjadi Rp2,87 triliun, dibandingkan Rp2,39 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat Rp3,10 triliun, meningkat 31,36% dibandingkan Rp2,36 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp634,86 miliar, Mayora mencatat laba tahun berjalan sekitar Rp2,47 triliun, naik 31,38% dibandingkan Rp1,88 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba per saham dasar MYOR meningkat menjadi Rp109 dari sebelumnya Rp83 per saham.

Arus kas operasi meningkat

Dari sisi arus kas, Mayora mencatat kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp3,93 triliun, melonjak sekitar 257,3% dibandingkan Rp1,10 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski arus kas operasi menguat, kas dan setara kas pada akhir September 2026 tercatat Rp4,26 triliun, turun 27,18% dibandingkan Rp5,85 triliun pada akhir Desember 2025.

Dari sisi neraca, total liabilitas perseroan menyusut menjadi Rp10,01 triliun dari Rp13,02 triliun pada akhir 2025, atau turun sekitar 23,12%.

Total aset Mayora per 30 September 2026 tercatat Rp29,18 triliun, turun 7,01% dibandingkan Rp31,38 triliun pada 31 Desember 2025.