EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

SOFA Pinjam Rp16,3M dari Pengendali, Buat Proyek WTE Bogor

Oleh Komarudin 07 Oct 2026 23:10 2 menit baca

EmitenTrust.com - PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) mendapatkan pinjaman Rp16,3 miliar dari pemegang saham pengendalinya, PT Asia Investment Capital (AIC), untuk mendukung pendanaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (WTE) di Bogor Raya. 

Namun, aksi ini membuat rasio liabilitas MEJA secara konsolidasian meningkat menjadi 88,65%.

Pinjaman tersebut diberikan AIC kepada PT Ananta Energi Asia (AEA), anak usaha yang 99,99% sahamnya dimiliki MEJA dan bergerak di bidang penyertaan modal proyek WTE.

Berdasarkan keterbukaan informasi SOFA pada Rabu (7/10) disebutkan, transaksi dilakukan pada 5 Oktober 2026. Dana tersebut secara khusus digunakan AEA untuk memenuhi kewajiban penyetoran modal kepada PT Weiming Nusantara Gamma (WNG) dalam rangka capital call proyek WTE di Kota Bogor Raya.

Nilai capital call yang menjadi kewajiban AEA mencapai USD900.000. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, AEA memperoleh pinjaman sebesar Rp16,3 miliar dari AIC.

Sebagai informasi, AIC merupakan pengendali MEJA dengan kepemilikan 70,97%. Karena transaksi terjadi antara pengendali perseroan dan perusahaan terkendali, transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.

Selain itu, nilai pinjaman setara dengan 48,87% dari ekuitas MEJA berdasarkan laporan keuangan yang diaudit per 30 Juni 2026. Karena nilainya berada di atas 20% ekuitas, transaksi masuk kategori transaksi material, meski masih di bawah ambang 50% yang mewajibkan persetujuan RUPS.

Dalam perjanjian, pinjaman tersebut dikenakan bunga relatif rendah, yakni 1% per tahun, dengan tenor lima tahun sejak dana efektif diterima AEA. Pinjaman juga diberikan tanpa jaminan kebendaan maupun jaminan lainnya.

AEA memiliki hak untuk melakukan pelunasan sebagian maupun seluruh pinjaman sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan biaya atau penalti, dengan ketentuan bunga yang telah terakumulasi tetap harus dibayarkan.

Dari sisi neraca, tambahan pinjaman Rp16,3 miliar akan meningkatkan liabilitas AEA yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan MEJA. 

Akibatnya, rasio liabilitas terhadap ekuitas secara konsolidasian naik signifikan dari 39,78% menjadi 88,65%.
Meski demikian, manajemen MEJA menilai transaksi tersebut tidak akan memberikan dampak material yang merugikan terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Sebaliknya, pendanaan tersebut diharapkan memastikan AEA dapat memenuhi kewajiban modalnya di WNG sehingga partisipasi MEJA dalam proyek WTE Bogor Raya dapat terus berjalan dan menjadi bagian dari pengembangan bisnis perseroan di sektor pengelolaan lingkungan dan energi.

Topik terkait
MEJA PT Solusi Environment Asia Tbk (MEJA) pemegang saham pengendalinya AIC proyek pengolahan sampah energi listrik Waste-to-Energy (WTE) Bogor Raya.