Pendapatan Naik, MUTU Raup Laba Rp14,02M di Kuartal III

Pendapatan Naik, MUTU Raup Laba Rp14,02M di Kuartal III
PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp14,02 miliar hingga 30 September 2026, naik 2,13% dibandingkan Rp13,73 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp14,02 miliar hingga 30 September 2026, naik 2,13% dibandingkan Rp13,73 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, pendapatan MUTU mencapai Rp224,00 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat 1,04% dibandingkan Rp221,69 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Seiring pertumbuhan pendapatan, laba kotor perseroan naik 3,52% menjadi Rp97,14 miliar dari Rp93,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp126,87 miliar, turun 0,77% dibandingkan Rp127,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban usaha turun tipis 0,53% menjadi Rp68,52 miliar dari Rp68,89 miliar.

Kombinasi kenaikan laba kotor dan penurunan beban usaha mendorong laba usaha MUTU tumbuh 14,70% menjadi Rp28,61 miliar, dibandingkan Rp24,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, perseroan mencatat kenaikan kerugian penurunan nilai piutang usaha menjadi Rp3,94 miliar dari Rp1,25 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban keuangan juga meningkat 10,26% menjadi Rp4,56 miliar dari Rp4,14 miliar.

Meski menghadapi kenaikan beban penurunan nilai piutang dan beban keuangan, laba sebelum pajak MUTU tetap meningkat 1,93% menjadi Rp19,95 miliar dari Rp19,57 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp5,93 miliar, laba tahun berjalan perseroan tercatat Rp14,02 miliar, naik 1,95% dibandingkan Rp13,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset MUTU mencapai Rp346,64 miliar per 30 September 2026, naik 9,12% dibandingkan Rp317,67 miliar pada 31 Desember 2025.

Total liabilitas perseroan justru turun 9,22% menjadi Rp76,89 miliar dari Rp84,69 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas meningkat 15,78% menjadi Rp269,75 miliar dari Rp232,98 miliar.

Arus kas dan setara kas pada akhir September 2026 mencapai Rp31,71 miliar, meningkat dari Rp20,89 miliar pada akhir 2025. Kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp1,65 miliar, turun 30,15% dibandingkan Rp2,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.