TUGU Endapkan Sisa IPO 2018 Rp72,6M di BRI, Bunga 5,5-7,5%

TUGU Endapkan Sisa IPO 2018 Rp72,6M di BRI, Bunga 5,5-7,5%
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menyampaikan bahwa masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp72,61 miliar.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menyampaikan bahwa masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp72,61 miliar. Dana tersebut berasal dari IPO yang efektif pada 28 Mei 2018 dengan total perolehan bersih Rp658,70 miliar.

Dalam laporan penggunaan dana hasil penawaran umum, TUGU menyampaikan bahwa perseroan menghimpun dana IPO sebesar Rp684,44 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp25,74 miliar, dana bersih yang diperoleh mencapai Rp658,70 miliar.

Hingga periode pelaporan, realisasi penggunaan dana tercatat sebesar Rp586,09 miliar, sedangkan sisanya mencapai Rp72,61 miliar.

Berdasarkan laporan tersebut, sisa dana ditempatkan pada sejumlah deposito di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Veteran. Penempatan dana yang dirinci mencakup Rp25 miliar dengan tingkat bunga 5,5%, Rp13,35 miliar dengan bunga 5,5%, Rp9,26 miliar dengan bunga 6,8%, serta Rp25 miliar dengan bunga 7,5%. Jangka waktu penempatan masing-masing tercatat 30 hari, kecuali deposito dengan bunga 7,5% yang berjangka waktu 92 hari. Laporan juga menandai penempatan tersebut sebagai transaksi afiliasi.

Adapun dana IPO TUGU semula dialokasikan untuk infrastruktur pemasaran sebesar Rp184,44 miliar, teknologi informasi dan operasional lainnya Rp184,44 miliar, rebranding dan promosi produk Rp92,22 miliar, serta penyertaan modal pada entitas anak Rp197,61 miliar.

Untuk penyertaan modal pada entitas anak, realisasi yang dirinci dalam laporan mencapai Rp125 miliar dari rencana Rp197,61 miliar. Dengan demikian, pembaca perlu membedakan realisasi per pos penggunaan dana dengan angka sisa dana IPO secara keseluruhan.

Rincian biaya IPO mencakup jasa penjaminan emisi sebesar Rp14,04 miliar, jasa penyelenggaraan Rp363,37 juta, jasa profesi penunjang pasar modal Rp1,91 miliar, jasa lembaga penunjang pasar modal Rp136 juta, jasa konsultasi keuangan Rp95,37 juta, serta biaya lain-lain Rp9,20 miliar.