EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

WIFI Laporkan Dana Obligasi dan Sukuk Rp2,5T, Parkir di dua Bank

Oleh Komarudin 13 Oct 2026 23:13 2 menit baca

EmitenTrust.com - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge merevisi laporan penggunaan dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan I yang efektif pada 23 Juni 2026. Dari masing-masing penerbitan senilai Rp1,25 triliun, dana bersih yang diperoleh mencapai sekitar Rp1,233 triliun untuk obligasi dan Rp1,233 triliun untuk sukuk ijarah.

Dalam laporan revisi bernomor 091/CORSEC/SSD/VII/2026/REV1, perseroan mengoreksi laporan sebelumnya tertanggal 15 Juli 2026. WIFI mencatat biaya penerbitan obligasi sebesar Rp16,77 miliar, sedangkan biaya penerbitan sukuk ijarah mencapai Rp16,86 miliar.

Dengan demikian, total dana bersih dari kedua penerbitan tersebut mencapai sekitar Rp2,466 triliun. Dalam laporan penggunaan dana, seluruh hasil bersih masing-masing penerbitan direncanakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan.

Namun, realisasi penggunaan dana untuk belanja modal yang tercantum dalam laporan baru sebesar Rp47,3 miliar dari hasil bersih obligasi, atau sekitar 3,84%. Sementara itu, pada bagian realisasi penggunaan dana sukuk ijarah, perseroan mencantumkan nihil. Laporan tersebut juga menyebut tidak ada dana yang dialokasikan untuk modal kerja.

Adapun sisa dana bersih obligasi sebesar Rp1,185 triliun ditempatkan pada giro di Bank JTrust sebesar Rp600 miliar dengan tingkat bunga 0,9% dan giro di Bank KB Indonesia sebesar Rp585,93 miliar dengan tingkat bunga 1,65%. Kedua penempatan tersebut tercatat pada rekening atas nama PT Solusi Sinergi Digital Tbk dan dikategorikan sebagai pihak ketiga.

Sementara itu, sisa dana bersih sukuk ijarah sebesar Rp1,233 triliun ditempatkan pada beberapa rekening giro. Rinciannya meliputi Rp332,075 miliar di Bank KB Syariah dengan tingkat bagi hasil 1,65%, Rp800 miliar di Bank Jakarta Syariah dengan tingkat bagi hasil 1,25%, serta Rp21,06 miliar di Bank BCA dengan tingkat bunga 0,5%.

Laporan juga mencantumkan penempatan Rp80 miliar pada giro Bank BCA atas nama PT Telemedia Komunikasi Pratama dengan tingkat bunga 0,5%. Karena nama pemilik rekening berbeda dari perseroan, rincian ini perlu dibaca sesuai keterangan penempatan dana yang disampaikan dalam laporan.

Pada perdagangani Selasa (13/10) saham WIFI naik 3,1 persen ke level Rp1.330. Dalam sepekan terakhir ambles 8,5 persen. Dalam sebulan anjlok 31,7 persen. Dalam enam bulan merosot 46,1 persen. Secara tahunan (YTD) saham WIFI tersungkur 60,06 persen dari harga Rp3.330 pada 2 Januari 2026.

Pada perdagangan 13 Oktober 2026, saham IMPC ditutup melemah 1,28% ke level Rp1.160 per saham.

Topik terkait
WIFI PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sisa dana obligasi sukuk ijarah