WSBP Makin Tertekan! Rugi Rp410M, Ekuitas Minus Rp2,3T di Kuartal III
EmitenTrust.com - Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp410,77 miliar hingga 30 September 2026. Angka tersebut membengkak 26,69% dibandingkan rugi bersih Rp324,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Rabu (14/10/2026), membesarnya kerugian terjadi di tengah penurunan pendapatan usaha sebesar 7,75% menjadi Rp1,08 triliun dari sebelumnya Rp1,17 triliun.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba kotor WSBP merosot 35,57% menjadi Rp129,83 miliar, dibandingkan Rp201,49 miliar pada periode Januari–September 2025.
Beban usaha tercatat sebesar Rp306,82 miliar, turun tipis 0,95% dari Rp309,76 miliar. Namun, perseroan masih membukukan rugi sebelum beban keuangan dan pajak sebesar Rp176,99 miliar, lebih besar dibandingkan Rp108,27 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Tekanan juga datang dari beban keuangan yang meningkat 8,46% menjadi Rp234,23 miliar dari Rp215,95 miliar. Kondisi tersebut membuat rugi sebelum pajak sekaligus rugi bersih perseroan mencapai Rp410,77 miliar.
Dari sisi neraca, total aset WSBP per 30 September 2026 tercatat Rp2,88 triliun, turun 5,79% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp3,06 triliun. Sementara itu, total liabilitas meningkat 4,47% menjadi Rp5,25 triliun dari Rp5,02 triliun.
Kondisi ekuitas perseroan juga masih negatif. Defisiensi ekuitas WSBP membesar 20,42% menjadi Rp2,37 triliun dari Rp1,97 triliun pada akhir 2025. Saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp10,40 triliun, meningkat dari Rp9,99 triliun.
Di sisi likuiditas, kas dan setara kas turun 54,28% menjadi Rp28,15 miliar per akhir September 2026 dari Rp61,56 miliar pada akhir tahun lalu. Adapun liabilitas jangka pendek meningkat 2,85% menjadi Rp2,20 triliun.
Meski demikian, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi menyusut menjadi Rp33,68 miliar, dibandingkan Rp161,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.