BIKE Dicecar BEI! Rugi Rp19M dan Rencana Bisnis Baru

BIKE Dicecar BEI! Rugi Rp19M dan Rencana Bisnis Baru
Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat ke PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) untuk meminta penjelasan terkait kondisi keuangan, laporan keuangan terkini, perkembangan bisnis hingga rencana ekspansi.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat ke PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) untuk meminta penjelasan terkait kondisi keuangan, laporan keuangan terkini, perkembangan bisnis hingga rencana ekspansi. Permintaan tersebut disampaikan BEI melalui surat S-12642/BEI.PP3/10-2026 tertanggal 1 Oktober 2026. 

Menanggapi permintaan Bursa, BIKE mengungkapkan berdasarkan laporan keuangan terkini, perseroan mencatatkan pendapatan neto Rp121,12 miliar dengan rugi bersih Rp19,18 miliar.

Pada periode tersebut, BIKE memiliki total aset sebesar Rp98,02 miliar, sedangkan total liabilitas tercatat Rp32,50 miliar. Adapun total ekuitas perseroan mencapai Rp65,52 miliar.

BIKE menyatakan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi operasional dan keuangan perseroan, sembari menjalankan pengembangan usaha secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan.

"BIKE akan menyampaikan pembaruan terkait hasil laporan keuangan konsolidasian dalam beberapa minggu mendatang," ujar Winston Mulyadi Direktur BIKE dalam menjawab surat permintaan penjelasan BEI pada Sabtu (3/10).

Dalam penjelasannya kepada BEI, BIKE menyatakan hingga tanggal penyampaian jawaban tidak memiliki kontrak atau sumber pendapatan baru yang signifikan maupun transaksi material yang belum diungkapkan kepada Bursa setelah periode laporan keuangan terakhir.

Meski demikian, perseroan mengaku tetap melakukan penjajakan serta evaluasi terhadap berbagai peluang usaha dan kerja sama. Namun, peluang tersebut masih berada dalam tahap pembahasan dan evaluasi sehingga belum dapat dikategorikan sebagai kontrak atau transaksi yang telah terealisasi.

Dari sisi bisnis, BIKE mengungkapkan tengah melakukan pengembangan dan transformasi kegiatan usaha secara bertahap. Perseroan melakukan diversifikasi dan penguatan lini bisnis dengan memanfaatkan sumber daya, jaringan usaha, teknologi, serta sinergi dengan kelompok usaha dan pihak strategis.

Pengembangan tersebut mencakup pengembangan usaha eksisting, diversifikasi lini usaha, pengembangan usaha berbasis energi dan teknologi, sinergi dengan kelompok usaha, serta penguatan sumber pendanaan.

Untuk 2026, BIKE menyatakan akan tetap mempertahankan dan mengembangkan bisnis yang sudah berjalan sekaligus melakukan diversifikasi kegiatan usaha.

Perseroan juga tengah mempersiapkan sejumlah rencana pengembangan bisnis baru. Namun, rencana tersebut masih melalui berbagai proses evaluasi, mulai dari aspek kelayakan usaha, pendanaan, perizinan, struktur transaksi hingga pemenuhan ketentuan regulator.

Dengan demikian, manajemen menegaskan bahwa rencana pengembangan usaha tersebut belum seluruhnya menjadi kegiatan usaha yang telah direalisasikan.

Sementara terkait kondisi makroekonomi dan industri, BIKE menyatakan terus memantau perkembangan ekonomi nasional maupun global yang dapat memengaruhi operasional, kondisi keuangan, strategi pengembangan usaha dan prospek perseroan.

Perseroan menilai kondisi perekonomian Indonesia masih memberikan ruang bagi pertumbuhan kegiatan usaha, meski sejumlah faktor eksternal dan domestik tetap perlu diperhatikan.

Salah satu informasi yang menjadi sorotan dalam jawaban kepada BEI adalah terkait rencana pengembangan kawasan Pasar Minggu.

BIKE menyatakan pemberitaan media dan public expose yang telah disampaikan perseroan sebelumnya adalah benar, termasuk mengenai transformasi bisnis.

Salah satu perkembangan yang telah berjalan adalah melalui PT Ratu Karya, entitas anak perseroan, yang telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perumda Pasar Jaya pada 17 September 2026.

MoU tersebut merupakan kesepahaman awal untuk mempersiapkan kerja sama pengembangan kawasan Pasar Minggu.
Manajemen menyebut kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang menumbuhkan optimisme publik untuk turut berinvestasi.

Bursa turut meminta penjelasan manajemen mengenai penyebab pergerakan harga saham BIKE.
Perseroan menjelaskan bahwa pergerakan harga saham pada dasarnya terbentuk berdasarkan mekanisme pasar melalui interaksi permintaan dan penawaran. Pergerakan tersebut juga dapat dipengaruhi berbagai faktor, baik fundamental maupun nonfundamental.

Karena itu, BIKE menyatakan tidak dapat memastikan bahwa perubahan harga saham pada periode tertentu disebabkan oleh satu faktor tertentu, kecuali terdapat informasi atau data pasar yang secara objektif mendukung kesimpulan tersebut.

Terkait perkara hukum, BIKE juga menyatakan berdasarkan penelaahan dan konfirmasi internal tidak terdapat perkara hukum material yang belum diungkapkan kepada BEI dan OJK, baik yang dihadapi perseroan maupun entitas anak.

Hal serupa berlaku bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Perseroan menyatakan tidak terdapat perkara hukum yang dapat memberikan dampak material terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha yang belum diungkapkan.

Adapun hingga tanggal tanggapan, BIKE juga menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang belum disampaikan kepada Bursa dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal. 

Apabila nantinya terdapat perkembangan yang memenuhi kriteria informasi atau fakta material, perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan yang berlaku.