EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

Bos BRMS Agus Projosasmito Borong 5,5 Juta Saham Harga Rp446-448

Oleh Komarudin 22 Oct 2026 21:45 2 menit baca

EmitenTrust.com - - Direktur Utama sekaligus CEO PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Agus Projosasmito, memborong 5,5 juta saham perseroan di tengah optimisme manajemen terhadap peningkatan produksi emas dan kinerja keuangan perusahaan.

Dalam keterangan resminya, BRMS menyampaikan bahwa Agus membeli 2,2 juta saham pada harga Rp446 per saham dan 3,3 juta saham pada harga Rp448 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian tersebut mencapai sekitar Rp2,46 miliar.

BRMS juga mengungkapkan bahwa dalam 18 bulan terakhir, enam dari delapan anggota direksi perseroan, termasuk Agus Projosasmito, telah membeli hampir 13 juta saham BRMS.

Menurut manajemen, transaksi pembelian saham oleh jajaran direksi tersebut mencerminkan keyakinan terhadap prospek kinerja perseroan pada masa mendatang.

Di sisi operasional, BRMS menargetkan peningkatan produksi emas dan pendapatan yang cukup signifikan pada kuartal III 2026 dibandingkan dengan kuartal II 2026.

Perseroan berencana menerbitkan laporan keuangan dan kinerja produksi untuk periode kuartal III 2026 pada pekan berikutnya. BRMS juga berharap dapat membukukan laba bersih yang lebih baik pada periode tersebut, setelah mencatatkan rugi bersih pada kuartal II 2026.

Optimisme tersebut didukung oleh perkembangan kegiatan pertambangan emas terbuka di Palu, Sulawesi Tengah. BRMS sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan pushback di lokasi tambang tersebut telah diselesaikan pada akhir Juli 2026.

Pada perdagangan hari ini Kamis (22/10) saham BRMS turun 2,70 persen ke level Rp432.

Setelah pekerjaan tersebut rampung, perseroan mulai menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi dari tambang terbukanya di Palu sejak akhir Juli 2026.

Selain mengoptimalkan tambang terbuka, BRMS terus mengembangkan proyek tambang emas bawah tanah di Palu. Perseroan menargetkan penambangan bijih berkadar emas tinggi, yakni di atas 3,2 gram per ton (g/t), dapat dimulai pada pertengahan 2027.

BRMS juga menargetkan peningkatan kapasitas salah satu pabrik pengolahan emasnya dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari. Pabrik dengan kapasitas yang telah ditingkatkan tersebut diharapkan mulai beroperasi pada awal 2027.

Kedua proyek ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi emas perseroan dalam beberapa tahun mendatang.

BRMS pun optimistis dapat melanjutkan tren perbaikan kinerja operasional dan keuangan pada semester II 2026 serta sepanjang 2027 dan 2028.

Pada perdagangan hari ini Kamis (22/10) saham BRMS turun 2,70 persen ke level Rp432.

Topik terkait
BRMS Direktur Utama CEO grup Bakrie PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Agus Projosasmito produksi emas