Grup Astra (MMLP) Berbalik Rugi Rp94M, Meski Pendapatan Naik!
EmitenTrust.com - PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) membukukan rugi bersih sebesar Rp94,03 miliar hingga kuartal III-2026, berbalik dari laba bersih Rp55,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal, pendapatan perseroan masih tumbuh 8,51% menjadi Rp288,04 miliar dari Rp265,45 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, kerugian tersebut terutama dipengaruhi oleh kerugian penjualan penyertaan saham sebesar Rp211,52 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan justru mencatat keuntungan dari transaksi penjualan penyertaan saham sebesar Rp346,93 juta.
Dari sisi operasional, kinerja MMLP sebenarnya menunjukkan perbaikan. Total beban operasional turun 24,48% menjadi Rp89,80 miliar dari Rp118,92 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Dengan demikian, laba sebelum biaya keuangan dan sejumlah pos pendapatan serta beban lainnya meningkat 35,28% menjadi Rp198,24 miliar dari Rp146,53 miliar.
Namun, kerugian dari penjualan penyertaan saham tersebut menekan kinerja akhir perseroan. MMLP mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp94,87 miliar, berbalik dari laba sebelum pajak Rp54,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan manfaat pajak penghasilan sebesar Rp832,39 juta, rugi periode berjalan tercatat Rp94,03 miliar.
Rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp103,41 miliar, sedangkan kepentingan nonpengendali mencatat bagian laba Rp9,38 miliar. Rugi per saham dasar dan dilusian tercatat Rp15, berbalik dari laba per saham Rp7 pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan MMLP hingga September 2026 meningkat Rp22,59 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu mengimbangi dampak kerugian dari transaksi investasi.
Perseroan juga mencatat penurunan biaya keuangan sebesar 14,88% menjadi Rp99,31 miliar dari Rp116,67 miliar.
Di sisi lain, pendapatan bunga meningkat menjadi Rp4,92 miliar dari Rp2,43 miliar, atau naik sekitar 102,80%.
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi juga meningkat 89,16% menjadi Rp39,56 miliar dari Rp20,91 miliar. Namun, perseroan tidak lagi membukukan kenaikan nilai wajar properti investasi yang pada periode sebelumnya mencapai Rp23,66 miliar.
Kombinasi sejumlah faktor tersebut membuat peningkatan kinerja operasional belum cukup untuk menjaga perseroan tetap membukukan laba bersih.
Dalam laporan arus kas, MMLP mencatat penerimaan dari penjualan penyertaan saham sebesar Rp280 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat tajam dibandingkan Rp2,00 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga menerima dividen dari investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp27,06 miliar serta penerimaan atas pengurangan investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp3,19 miliar.
Secara keseluruhan, arus kas bersih dari aktivitas investasi tercatat positif Rp231,43 miliar, berbalik dari arus kas negatif Rp32,40 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat 12,72% menjadi Rp127,48 miliar dari Rp113,09 miliar.
Dengan tambahan penerimaan dari aktivitas investasi, kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi Rp438,43 miliar pada akhir September 2026, dibandingkan Rp150,43 miliar pada akhir Desember 2025.
Dari sisi neraca, total aset MMLP tercatat sebesar Rp6,48 triliun per 30 September 2026, turun 2,10% dibandingkan Rp6,62 triliun pada akhir Desember 2025.
Penurunan tersebut terutama terlihat pada properti investasi yang turun 6,41% menjadi Rp5,36 triliun dari Rp5,73 triliun.
Sebaliknya, kas dan setara kas melonjak 191,45% menjadi Rp438,43 miliar dari Rp150,43 miliar. Perseroan juga mencatat investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp527,67 miliar, meningkat 1,90% dibandingkan Rp517,82 miliar pada akhir tahun lalu.
Total liabilitas turun 2,04% menjadi Rp1,79 triliun dari Rp1,83 triliun. Namun, pinjaman bank, termasuk bagian jangka pendek dan jangka panjang, masih mencapai sekitar Rp1,53 triliun per akhir September 2026.
Adapun total ekuitas turun 2,13% menjadi Rp4,69 triliun dari Rp4,79 triliun pada akhir Desember 2025.
Sebagai informasi, Saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) mayoritas dimiliki oleh Grup Astra melalui anak usahanya, PT Saka Industrial Arjaya (SIA). SIA menguasai sekitar 91,43% saham MMLP setelah penambahan porsi kepemilikan, sementara sisa sekitar 8,57% dimiliki oleh publik.
Pada perdagangan hari ini Selasa (27/10) saham MMLP naik 1,65 persen ke level Rp246.