EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IBFN Tinggalkan Rugi di Kuartal III, Tapi Masih Defisit Rp766M

Oleh Komarudin 27 Oct 2026 11:01 2 menit baca

EmitenTrust.com - PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) membukukan laba bersih Rp7,37 miliar per 30 September 2026, berbalik dari rugi bersih Rp30,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini ditopang kenaikan pendapatan usaha dan penurunan beban keuangan, meskipun laba kotor perseroan mengalami penyusutan.

Berdasarkan laporan keuangan sembilan bulan 2026, pendapatan usaha IBFN mencapai Rp156,61 miliar, meningkat 8,92% dibandingkan Rp143,79 miliar pada periode yang sama 2025.

Pendapatan jasa menjadi kontributor utama dengan nilai Rp155,63 miliar, naik dari Rp142,77 miliar. Sementara itu, pendapatan penjualan tercatat Rp980,54 juta, sedikit turun dibandingkan Rp1,02 miliar pada tahun sebelumnya.

Di tengah pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp121,70 miliar dari Rp94,40 miliar. Kondisi tersebut membuat laba kotor IBFN turun 29,31% menjadi Rp34,91 miliar, dari sebelumnya Rp49,39 miliar.

Dari sisi beban, perseroan berhasil menekan beban keuangan secara signifikan menjadi Rp8,92 miliar, dibandingkan Rp29,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban keuangan tersebut menyusut sekitar 69,72%.

Meski demikian, beban bagi hasil naik menjadi Rp14,60 miliar dari Rp13,51 miliar. Perseroan juga mencatat kerugian selisih kurs Rp1,61 miliar, lebih besar dibandingkan Rp326,17 juta pada tahun sebelumnya.

IBFN turut membukukan keuntungan lain-lain bersih sebesar Rp5,78 miliar, melonjak dari Rp728,88 juta. Selain itu, perseroan mencatat manfaat pajak penghasilan Rp4,07 miliar, berbalik dari beban pajak Rp30,20 miliar pada periode yang sama 2025.

Kombinasi sejumlah faktor tersebut mendorong IBFN mencatat laba sebelum pajak Rp3,31 miliar, berbalik dari rugi sebelum pajak Rp433,69 juta. Setelah memperhitungkan manfaat pajak, laba bersih perseroan mencapai Rp7,37 miliar.

Dari sisi neraca, total aset IBFN per 30 September 2026 tercatat Rp479,93 miliar, turun 4,13% dibandingkan Rp500,61 miliar pada akhir September 2025.

Total liabilitas juga menurun menjadi Rp1,25 triliun dari Rp1,27 triliun. Namun, jumlah liabilitas tersebut masih jauh melampaui total aset perseroan.

IBFN masih membukukan defisiensi modal sebesar Rp766,58 miliar per akhir September 2026. Meski demikian, angka tersebut membaik dibandingkan defisiensi modal Rp773,95 miliar pada periode pembanding.

Pada sisi aset lancar, kas dan setara kas menyusut menjadi Rp22,25 miliar dari Rp35,47 miliar, atau turun sekitar 37,25%. Sementara itu, piutang usaha meningkat menjadi Rp38,75 miliar dari Rp27,44 miliar.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi justru menguat menjadi Rp33,42 miliar, dibandingkan Rp7,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, arus kas investasi mencatat pengeluaran bersih Rp37,77 miliar, terutama untuk perolehan aset tetap yang disewakan sebesar Rp37,54 miliar.

Topik terkait
IBFN PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) membukukan rugi bersih laba bersih diatribusikan kuartal III-2026 rugi