EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

Grup Bakrie (BRMS) Raup Pendapatan Melonjak 173% di Kuartal III

Oleh Komarudin 28 Oct 2026 21:11 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil membalikkan rugi bersih pada kuartal II 2026 menjadi laba bersih sebesar US$11,01 juta pada kuartal III 2026. Perolehan laba tersebut ditopang kenaikan pendapatan serta peningkatan kadar emas bijih yang diproses setelah rampungnya kegiatan pushback di tambang terbuka River Reef, Poboya, Palu.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, pendapatan BRMS pada kuartal III 2026 mencapai US$71,79 juta, melonjak 172,8% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$26,32 juta.

Laba operasi juga meningkat signifikan menjadi US$20,06 juta pada kuartal III 2026, dibandingkan US$3,36 juta pada kuartal II 2026. Sementara itu, pada kuartal II 2026 BRMS masih mencatatkan rugi bersih US$4,78 juta sebelum akhirnya membukukan laba pada kuartal berikutnya.

Meski menunjukkan pemulihan pada kuartal III, kinerja kumulatif sembilan bulan pertama 2026 masih berada di bawah periode yang sama tahun lalu. Pendapatan BRMS selama Januari-September 2026 tercatat US$167,58 juta, turun 8,7% dibandingkan US$183,58 juta pada sembilan bulan pertama 2025.

Laba operasi sembilan bulan 2026 juga menyusut 25,4% menjadi US$52,01 juta dari US$69,72 juta. Adapun laba bersih turun 35,4% menjadi US$24,29 juta dibandingkan US$37,62 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional, BRMS mencatat penjualan produksi emas sebesar 16.748 ons pada kuartal III 2026, meningkat 165,8% dibandingkan 6.301 ons pada kuartal II 2026.

Rata-rata harga jual emas tercatat US$4.128 per ons, sedikit lebih rendah dibandingkan US$4.138 per ons pada kuartal sebelumnya. Dengan demikian, peningkatan penjualan produksi emas terjadi seiring kenaikan volume yang terjual, bukan kenaikan harga jual rata-rata.

Sementara itu, penjualan produksi perak mencapai 47.588 ons pada kuartal III 2026, melonjak dibandingkan 3.215 ons pada kuartal II 2026. Rata-rata harga jual perak tercatat US$55,76 per ons, turun dari US$75,50 per ons pada kuartal sebelumnya.

Peningkatan kinerja operasional tersebut didukung kenaikan kadar emas bijih yang diproses. Setelah menyelesaikan kegiatan pushback di tambang emas terbuka River Reef pada Juli 2026, BRMS mulai menambang bijih dengan kadar emas lebih tinggi sejak akhir bulan tersebut.

Rata-rata kadar emas bijih yang diproses meningkat dari 0,90 gram per ton (g/t) pada kuartal II menjadi 1,94 g/t pada kuartal III 2026.

Direktur Utama sekaligus CEO BRMS Agoes Projosasmito mengatakan perseroan cukup puas dengan pencapaian pada kuartal III 2026. Ia tetap optimistis terhadap fundamental perusahaan dan prospek peningkatan produksi emas pada semester II 2026.

BRMS juga melanjutkan pengembangan tambang bawah tanah River Reef di Poboya, Palu. Panjang terowongan tambang tersebut telah mencapai lebih dari 975 meter dari pintu masuk atau portal.

Anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), berharap dapat mulai menambang bijih berkadar emas tinggi, yakni di atas 3,2 g/t, dari tambang bawah tanah pada pertengahan 2027.

Selain itu, perseroan menargetkan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari, yang diharapkan selesai pada awal 2027.

" Pengembangan tambang bawah tanah tersebut diharapkan mendukung peningkatan produksi emas pada 2027 dan 2028," jels Agoes dalam rilisnya Rabu (28/10).

Di sektor tembaga, anak usaha BRMS lainnya, PT Gorontalo Minerals (GM), saat ini mengoperasikan empat unit alat pengeboran eksplorasi di lokasi tambang tembaga Cabang Kiri East, Gorontalo. Pada 2027, perusahaan berencana meningkatkan jumlah alat pengeboran menjadi tujuh unit di tiga lokasi tambang tembaga.

Hasil pengeboran tersebut direncanakan disampaikan dalam bentuk sumber daya mineral tembaga pada semester II 2027.

Dengan pemulihan kinerja pada kuartal III, peningkatan kadar bijih emas, serta pengembangan kapasitas pengolahan dan tambang bawah tanah, BRMS berharap dapat memperkuat produksi emas dalam beberapa tahun mendatang.

Topik terkait
BRMS PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tambang emas grup Bakrie membalikkan rugi bersih pada kuartal II 2026 River Reef Poboya Palu.