IHSG Ditutup Kembali Merah! 10 Sektor Ambruk, Cuma Keuangan Hijau

IHSG Ditutup Kembali Merah! 10 Sektor Ambruk, Cuma Keuangan Hijau
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan hingga akhir perdagangan Rabu (7/10/2026). IHSG melemah 46,203 poin atau 0,75% ke level 6.146,724.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan hingga akhir perdagangan Rabu (7/10/2026). IHSG melemah 46,203 poin atau 0,75% ke level 6.146,724.

Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh hampir seluruh indeks sektoral yang berakhir di zona merah. IDX Sektor Energi menjadi sektor dengan koreksi terdalam, yakni anjlok 1,56%.

Selanjutnya, IDX Sektor Barang Konsumer Non-Primer melemah 1,21%, IDX Sektor Barang Baku turun 1,15%, dan IDX Sektor Perindustrian terkoreksi 1,11%.

Kemudian IDX Sektor Transportasi dan Logistik turun 0,87%, IDX Sektor Infrastruktur melemah 0,85%, serta IDX Sektor Properti dan Real Estate terkoreksi 0,70%.

Sektor teknologi turun 0,49%, IDX Sektor Barang Konsumer Primer melemah 0,37%, sedangkan IDX Sektor Kesehatan turun tipis 0,07%.

Di tengah tekanan bursa, IDX Sektor Keuangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat, meski hanya naik tipis 0,02%.

Dari perdagangan saham, total volume transaksi mencapai 48,42 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp36,2 triliun. Sebanyak 378 saham turun, 256 saham naik, dan 157 saham tidak mengalami perubahan harga.

Sejumlah saham masih mampu mencatat kenaikan harga. ALKA naik Rp725 menjadi Rp7.550 per saham, SINI menguat Rp275 menjadi Rp16.775, sedangkan BLUE naik Rp240 menjadi Rp3.900 per saham.

Sebaliknya, BYAN menjadi salah satu saham yang mengalami tekanan dengan penurunan Rp900 menjadi Rp12.550 per saham. POLU turun Rp850 menjadi Rp15.000, sedangkan UNTR melemah Rp650 menjadi Rp25.350 per saham.

Dari sisi aktivitas transaksi, FORU menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan 44.554 kali transaksi senilai Rp222 miliar. Berikutnya TRUE mencatat 34.269 kali transaksi senilai Rp75,3 miliar, sedangkan REAL diperdagangkan sebanyak 30.492 kali dengan nilai Rp26,9 miliar.

Di jajaran saham LQ45, WIFI menjadi salah satu saham dengan koreksi terbesar, yakni turun 3,45%. Selanjutnya BRPT melemah 3,38% dan GOTO terkoreksi 3,23%.

Sementara itu, sejumlah saham LQ45 masih mampu bergerak positif. INDF naik 1,46%, MEDC menguat 1,39%, sedangkan TLKM bertambah 1,32%.