PACK Siapkan Rights Issue Rp8,19T, Dilusi Saham Capai 74,6%

PACK Siapkan Rights Issue Rp8,19T, Dilusi Saham Capai 74,6%
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru. Aksi korporasi ini diperkirakan memiliki nilai maksimal US$463 juta atau setara Rp8,19 triliun.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - - PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru. Aksi korporasi ini diperkirakan memiliki nilai maksimal US$463 juta atau setara Rp8,19 triliun.

Berdasarkan prospektus ringkas yang disampaikan pada 22 Oktober 2026, dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk pelunasan pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited (DDL), serta modal kerja perseroan dan/atau entitas anak.

Saham baru tersebut akan diterbitkan dari portepel perseroan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham hasil penerbitan ini memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan hak atas dividen.

Dalam aksi korporasi ini, PT Eco Energi Perkasa akan melaksanakan HMETD yang diperolehnya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) untuk menyerap saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya.

Nilai maksimal komitmen pembelian siaga tersebut mencapai US$418 juta atau setara Rp7,40 triliun, dengan kurs Rp17.703 per dolar AS berdasarkan kurs per 31 Agustus 2026.

Manajemen memperkirakan pelaksanaan rights issue akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi perseroan. Pelunasan pinjaman diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan PACK.

Meski demikian, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga sekitar 74,6%. Karena itu, perseroan mengharapkan partisipasi pemegang saham dalam pelaksanaan HMETD II.

Rencana rights issue tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 November 2026.

Pada perdagangan hari ini Jumat (23/10) saham PACK melonjak hingga ARA ke level Rp404.