Emiten TP Rachmat (DRMA) Cetak Penjualan Rp5,1T, Laba Ikut Naik 13,9%

Emiten TP Rachmat (DRMA) Cetak Penjualan Rp5,1T, Laba Ikut Naik  13,9%
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten komponen otomotif milik TP Rachmat, membukukan penjualan neto sebesar Rp5,10 triliun sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut meningkat 16,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,39 triliun.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten komponen otomotif milik TP Rachmat, membukukan penjualan neto sebesar Rp5,10 triliun sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut meningkat 16,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,39 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, DRMA mencatatkan laba neto sebesar Rp487,63 miliar hingga akhir September 2026. Angka ini naik 13,90% dibandingkan laba neto Rp428,11 miliar pada Januari-September 2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit, beban pokok penjualan perseroan meningkat menjadi Rp4,24 triliun dari Rp3,63 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski beban pokok penjualan naik, laba bruto DRMA tetap tumbuh 11,95% menjadi Rp857,33 miliar dari sebelumnya Rp765,78 miliar.

Dari sisi operasional, laba usaha DRMA mencapai Rp622,56 miliar, meningkat 11,56% dibandingkan Rp558,04 miliar pada Januari-September 2025. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan naik 13,40% menjadi Rp619,97 miliar dari Rp546,71 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp132,35 miliar, perseroan membukukan laba bersih Rp487,63 miliar hingga September 2026.

Dari sisi neraca, total aset DRMA per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp4,78 triliun, meningkat sekitar 11,42% dibandingkan Rp4,29 triliun pada 31 Desember 2025.

Adapun total liabilitas perseroan naik menjadi sekitar Rp1,70 triliun dari Rp1,35 triliun pada akhir 2025, atau meningkat sekitar 25,93%.

Pada perdagangan hari ini Selasa (27/10) sahamDRMA turun 0,53 persen ke level Rp945.