Grup Bakrie (VIVA) Mau Sulap Utang Rp1,72T, Saham Terdilusi 72,35%
EmitenTrust.com - PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) berencana melakukan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 43,08 miliar saham Seri C.
Aksi korporasi ini ditujukan untuk mengonversi utang sebesar Rp1,72 triliun kepada dua kreditur terafiliasi, yakni PT Harta Abadi Jaya (HAJ) dan PT Jayakarta Sugih Makmur (JSM), menjadi saham baru.
Berdasarkan prospektusi yang dipublikasikan pada 9 Oktober 2026, VIVA menyebut rencana tersebut dilakukan untuk memperbaiki posisi keuangan sekaligus memenuhi kewajiban berdasarkan putusan homologasi pengadilan yang mengesahkan perjanjian perdamaian.
Berdasarkan catatan peristiwa setelah tanggal neraca dalam laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 yang belum diaudit, total liabilitas atau utang ex-Senior Facility yang akan diselesaikan berdasarkan putusan homologasi mencapai Rp2,07 triliun. Dari jumlah tersebut, kewajiban yang secara langsung menjadi tanggung jawab VIVA mencapai Rp1,72 triliun.
Utang tersebut terdiri atas kewajiban kepada HAJ sebesar Rp1,01 triliun dan kepada JSM sebesar Rp712,56 miliar. Perseroan berencana menyelesaikan kewajiban tersebut melalui konversi utang menjadi saham baru berdasarkan putusan homologasi dan perjanjian konversi utang.
Dalam rencana PMTHMETD tersebut, HAJ dan JSM akan menjadi penerima saham baru karena keduanya merupakan kreditur atas utang yang dikonversi. VIVA mengungkapkan bahwa kedua pihak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan lantaran berada di bawah pengendali yang sama, yakni BGV.
Harga pelaksanaan konversi akan ditetapkan berdasarkan nilai tertinggi antara nilai nominal saham Seri C sebesar Rp40 per saham dan rata-rata harga penutupan saham VIVA di pasar reguler selama 25 hari bursa sebelum permohonan pencatatan saham tambahan disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga tersebut akan dibulatkan sesuai fraksi harga saham yang berlaku.
Dengan asumsi harga pelaksanaan minimal Rp40 per saham, jumlah saham baru yang diterbitkan diperkirakan mencapai maksimal 43.087.334.600 saham, sebelum memperhitungkan saham odd lot yang akan dibayarkan secara tunai.
Dari jumlah tersebut, HAJ diperkirakan memperoleh maksimal 25.273.323.200 saham atau 42,4394% dari total saham setelah pelaksanaan PMTHMETD. Sementara itu, JSM akan memperoleh maksimal 17.814.011.400 saham atau setara 29,9136%.
Secara keseluruhan, saham baru tersebut diperkirakan mewakili 72,3529% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh VIVA setelah aksi korporasi. Adapun saham odd lot yang timbul dari perhitungan konversi berjumlah 97,025 saham dengan nilai nominal total Rp3.881 dan akan dibayarkan secara tunai sesuai keterangan perseroan.
VIVA memperkirakan pelaksanaan PMTHMETD akan memperkuat struktur permodalan melalui pengurangan liabilitas dan peningkatan ekuitas. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp40 per saham, modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan akan meningkat sebesar Rp1,723 triliun.
Perseroan juga memproyeksikan rasio total liabilitas terhadap total ekuitas turun dari 11,78 kali menjadi 1,86 kali setelah konversi utang dilaksanakan.
Selain mengurangi kewajiban, langkah ini diharapkan menghilangkan risiko wanprestasi (event of default) terkait utang yang dikonversi. VIVA juga menyatakan tidak perlu mengeluarkan kas sebesar nilai utang yang diselesaikan, sehingga likuiditas dan arus kas dapat lebih leluasa digunakan untuk mendukung operasional serta pengembangan usaha.
Meski demikian, aksi korporasi ini tidak menghasilkan dana tunai baru bagi perseroan. Dana atau nilai yang menjadi dasar transaksi digunakan untuk menyelesaikan utang melalui penerbitan saham baru.
Penerbitan saham baru dalam jumlah besar tersebut berpotensi mengakibatkan dilusi kepemilikan pemegang saham lama sebesar 72,3529%, berdasarkan asumsi jumlah maksimal saham yang diterbitkan dan harga pelaksanaan minimal Rp40 per saham.
Namun, VIVA menyatakan bahwa pelaksanaan PMTHMETD tidak akan mengubah pihak pengendali perseroan. BGV tetap menjadi pengendali VIVA melalui kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung.
Rencana PMTHMETD ini masih memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 November 2026.
Berdasarkan jadwal sementara perseroan, permohonan pencatatan saham tambahan kepada BEI direncanakan pada 25 November 2026, sedangkan pencatatan saham baru dijadwalkan pada 3 Desember 2026. Pengumuman hasil pelaksanaan PMTHMETD diperkirakan dilakukan pada 7 Desember 2026. Jadwal tersebut dapat berubah dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
perlu diketahui saham VIVA pada perdagangan Jumat berada di level Rp40. Dalam sepekan terakhir turun 4,78 persen.Dalam sebulan anjlok 11,1 persen. Secara tahunan (YTD) saham VIVA ambles 20 persen dari harga Rp50 pada 2 Januari 2026.