Terungkap! Aliran Dana Rights Issue PACK Rp3,26 T
EmitenTrust.com - PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) telah merealisasikan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I atau rights issue sebesar Rp2,82 triliun untuk pembelian saham dua perusahaan, yakni Karyatama Konawe Utara dan Konutara Sejati. Sementara itu, perseroan masih memiliki sisa dana rights issue sebesar Rp424,84 miliar yang dialokasikan untuk modal kerja.
Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I per 30 Juni 2026 yang disampaikan pada 9 Oktober 2026, PACK menghimpun dana sebesar Rp3,26 triliun dari rights issue yang efektif pada 31 Desember 2025.
Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp6,46 miliar, perseroan memperoleh dana bersih sebesar Rp3,25 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi penggunaan dana untuk penyetoran modal dan pemberian pinjaman kepada entitas anak mencapai Rp2,82 triliun atau sekitar 86,9% dari hasil bersih.
Secara terperinci, dana sebesar Rp1,68 triliun disalurkan melalui PT Adhi Prakarsa Raya untuk pembayaran pembelian saham Karyatama Konawe Utara. Nilai tersebut setara dengan 51,6% dari total dana bersih rights issue.
Sementara itu, sebesar Rp1,15 triliun disalurkan melalui PT Sumber Cahaya Raya untuk pembayaran pembelian saham Konutara Sejati. Alokasi ini setara dengan 35,4% dari total dana bersih rights issue.
Dalam laporan tersebut, kedua penggunaan dana untuk pembelian saham itu tercatat telah terealisasi 100% sesuai rencana, dengan sisa dana pada masing-masing alokasi sebesar nihil.
Selain untuk pembelian saham melalui entitas anak, PACK mengalokasikan Rp424,84 miliar atau sekitar 13,1% dari hasil bersih rights issue untuk modal kerja. Namun, hingga 30 Juni 2026, dana tersebut belum direalisasikan.
Perseroan menjelaskan bahwa kebutuhan modal kerja masih dapat dipenuhi menggunakan dana internal. Dengan demikian, alokasi dana rights issue untuk modal kerja tetap tersedia sebagai sisa hasil penawaran umum.
Dalam rincian penempatan sisa dana, PACK melaporkan dana sebesar Rp135,74 miliar berada di rekening Bank Mandiri, Rp59,22 miliar di rekening BCA, dan Rp182,77 miliar di rekening Standard Chartered dalam mata uang rupiah. Selain itu, terdapat penempatan sebesar US$2.638.313,78 pada rekening Standard Chartered dalam mata uang dolar Amerika Serikat.