IHSG Sesi I Ambruk Bawah 5.000, Seluruh Saham LQ45 Berguguran!

IHSG Sesi I Ambruk Bawah 5.000, Seluruh Saham LQ45 Berguguran!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur pada perdagangan sesi pertama, Senin (19/10/2026). IHSG anjlok 261,841 poin atau 5,05% ke level 4.923,264, dengan seluruh indeks sektoral kompak melemah dan seluruh saham konstituen LQ45 berada di zona merah.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur pada perdagangan sesi pertama, Senin (19/10/2026). IHSG anjlok 261,841 poin atau 5,05% ke level 4.923,264, dengan seluruh indeks sektoral kompak melemah dan seluruh saham konstituen LQ45 berada di zona merah.

Tekanan jual melanda hampir seluruh pasar. Sebanyak 744 saham terkoreksi, sementara hanya 42 saham menguat dan 13 saham stagnan. Total volume transaksi mencapai 16,89 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,03 triliun.

Sektor barang baku menjadi pemberat terdalam dengan penurunan 6,35%. Disusul sektor infrastruktur yang ambles 5,50%, sektor energi turun 5,48%, dan sektor kesehatan melemah 5,14%.

Selanjutnya, sektor barang konsumen non-primer terkoreksi 4,91%, sektor perindustrian turun 4,58%, sektor barang konsumen primer melemah 4,46%, serta sektor properti dan real estat turun 4,29%.

Tekanan juga terjadi pada sektor transportasi dan logistik yang melemah 3,85%, sektor keuangan turun 3,77%, serta sektor teknologi terkoreksi 3,06%.

Seluruh saham anggota indeks LQ45 tercatat mengalami penurunan. Tiga saham yang menjadi top losers LQ45 adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 7%, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA), yang masing-masing terkoreksi 6,95%.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga. BSWD dan PGUN masing-masing naik Rp1.125 menjadi Rp6.750 dan Rp7.975 per saham. Sementara BIKE menguat Rp850 menjadi Rp5.050 per saham.

Sebaliknya, ADES turun Rp2.300 menjadi Rp31.900 per saham, DCII melemah Rp1.225 menjadi Rp186.950, sedangkan UNTR anjlok Rp1.850 menjadi Rp21.575 per saham.

BBRI, BBCA, dan BMRI Paling Aktif Diperdagangkan

Saham perbankan menjadi yang paling aktif ditransaksikan berdasarkan frekuensi perdagangan pada sesi pertama.
Saham    Frekuensi Transaksi    Nilai Transaksi
BBRI    66.123 kali    Rp1,29 triliun
BBCA    54.683 kali    Rp1,30 triliun
BMRI    53.220 kali    Rp1,56 triliun