Laba UVCR Melejit 396% di Kuartal III, Tapi Kas Operasi Tekor Rp64M
EmitenTrust.com - - PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) membukukan laba bersih sebesar Rp10,63 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, melonjak 395,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,14 miliar. Peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan perbaikan kinerja operasional perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026 yang dikutip pada Sabtu (24/10/2026), UVCR mencatatkan penjualan neto sebesar Rp917,99 miliar, meningkat 37,94% dibandingkan Rp665,51 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan perseroan turut meningkat 37,11% menjadi Rp873,48 miliar dari sebelumnya Rp637,06 miliar. Dengan demikian, laba bruto UVCR tumbuh 56,46% menjadi Rp44,50 miliar, dibandingkan Rp28,44 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Dari sisi operasional, UVCR berhasil membalikkan keadaan dari rugi usaha menjadi laba usaha. Perseroan membukukan laba usaha Rp10,36 miliar per September 2026, berbalik dari rugi usaha Rp275,91 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut terjadi meskipun beban umum dan administrasi meningkat 15,18% menjadi Rp28,67 miliar dari Rp24,89 miliar. Sementara itu, beban penjualan naik 42,98% menjadi Rp5,48 miliar dibandingkan Rp3,83 miliar pada periode sebelumnya.
Dari sisi nonoperasional, perseroan mencatatkan penghasilan lain-lain neto sebesar Rp3,08 miliar, turun 6,17% dibandingkan Rp3,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban keuangan juga menyusut 22,14% menjadi Rp4,34 miliar dari Rp5,57 miliar.
Kombinasi perbaikan laba usaha dan penurunan beban keuangan mendorong laba sebelum pajak UVCR melonjak 346,82% menjadi Rp13,44 miliar dari Rp3,01 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp2,81 miliar, laba bersih perseroan mencapai Rp10,63 miliar. Nilai tersebut meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan laba bersih Rp2,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba per saham dasar UVCR juga meningkat menjadi Rp5,31, dibandingkan Rp1,07 pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset UVCR per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp245,77 miliar, naik 13,24% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp217,03 miliar.
Aset lancar meningkat 17,07% menjadi Rp213,33 miliar dari Rp182,22 miliar. Kenaikan ini terutama ditopang oleh persediaan yang melonjak 176,88% menjadi Rp137,66 miliar dari Rp49,72 miliar.
Namun, piutang lain-lain pihak ketiga menyusut 59,05% menjadi Rp48,33 miliar dari Rp118,03 miliar. Sementara itu, piutang usaha pihak ketiga meningkat 47,44% menjadi Rp15,25 miliar dari Rp10,34 miliar.
Kas dan bank perseroan tercatat sebesar Rp2,37 miliar, naik 31,52% dibandingkan Rp1,81 miliar pada akhir 2025.
Di sisi liabilitas, total kewajiban UVCR meningkat 18,18% menjadi Rp134,03 miliar dari Rp113,41 miliar. Kenaikan terutama berasal dari liabilitas jangka pendek yang bertambah 18,40% menjadi Rp130,72 miliar dari Rp110,40 miliar.
Uang muka pelanggan meningkat 52,76% menjadi Rp65,75 miliar dari Rp43,04 miliar. Sebaliknya, utang bank jangka pendek turun 3,89% menjadi Rp52,39 miliar dari Rp54,52 miliar.
Sementara itu, total ekuitas UVCR naik 7,84% menjadi Rp111,75 miliar dibandingkan Rp103,62 miliar pada akhir Desember 2025. Peningkatan ekuitas didukung oleh laba bersih periode berjalan, meskipun perseroan juga mencatatkan pembayaran dividen tunai sebesar Rp1 miliar dan saham treasuri senilai Rp1,50 miliar.
Di tengah lonjakan laba, arus kas operasi UVCR justru mencatatkan arus kas keluar bersih sebesar Rp64,34 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut memburuk dibandingkan arus kas keluar bersih Rp8,99 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan demikian, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi meningkat sekitar 615,9%. Kondisi ini terutama dipengaruhi pembayaran kepada pemasok yang mencapai Rp976,64 miliar, lebih tinggi dibandingkan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp945,79 miliar.
Dari aktivitas investasi, UVCR membukukan arus kas masuk bersih Rp70,78 miliar, berbalik dari arus kas keluar bersih Rp19,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Arus kas tersebut terutama ditopang penerimaan pembayaran pinjaman dari pihak ketiga sebesar Rp82,02 miliar.
Sementara itu, aktivitas pendanaan mencatatkan arus kas keluar bersih Rp5,88 miliar, berbalik dari arus kas masuk bersih Rp28,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, kas dan bank UVCR meningkat Rp568,86 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, sehingga saldo kas pada akhir September mencapai Rp2,37 miliar.