PRDA Disorot! Saham Melonjak Sebelum Pengumuman Stock Split

PRDA Disorot! Saham Melonjak Sebelum Pengumuman Stock Split
Volatilitas transaksi saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meningkat seiring lonjakan harga sahamnya sebelum perseroan mengungkapkan rencana pemecahan saham atau stock split. Saham PRDA tercatat melesat 23,1% dalam sepekan dan naik 29,6% dalam sebulan terakhir.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - - Volatilitas transaksi saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meningkat seiring lonjakan harga sahamnya sebelum perseroan mengungkapkan rencana pemecahan saham atau stock split. Saham PRDA tercatat melesat 23,1% dalam sepekan dan naik 29,6% dalam sebulan terakhir.

Pada perdagangan Jumat (23/10/2026), saham PRDA ditutup di level Rp3.670 per saham. Dalam enam bulan terakhir, saham emiten laboratorium diagnostik tersebut melonjak 42% dari Rp2.570 pada 27 April 2026.

Menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi, manajemen PRDA menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik dan dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” jelas manajemen dalam surat bernomor 163/CORSEC/EKS/X/2026.

Meski demikian, dalam tanggapan tersebut, PRDA mengungkapkan memiliki rencana dan opsi untuk melakukan stock split. Perseroan telah memperoleh persetujuan prinsip dari BEI pada 7 Oktober 2026 dan berencana membahas pemecahan saham tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 November 2026.

Hingga dokumen tanggapan disampaikan, rasio stock split belum disebutkan. Dengan demikian, belum ada kepastian mengenai besaran pemecahan saham yang akan dilakukan perseroan.

Selain itu, PRDA tengah menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback dengan dana maksimal Rp150 miliar. Program yang diumumkan pada 19 Agustus 2026 tersebut berlangsung sejak 20 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada 19 November 2026.

Manajemen juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang perlu dilaporkan maupun informasi material lain yang belum disampaikan kepada publik.

Perseroan merencanakan publikasi laporan keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 pada akhir Oktober 2026.