MEJA Dapat Restu Naikkan Modal Dasar 2 Kali Lipat, Siapkan Right Issue?
EmitenTrust.com - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk meningkatkan modal dasar perseroan menjadi Rp208,65 miliar dari sebelumnya Rp100 miliar.
Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) MEJA yang digelar pada 21 Agustus 2026. Rapat telah memenuhi kuorum dengan kehadiran pemegang saham yang mewakili 1,53 miliar saham atau 58,67% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Berdasarkan ringkasan risalah RUPSLB yang telah dikoreksi melalui surat Nomor 012/HDK/SP/VIII/2026, pemegang saham juga memberikan kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan penambahan modal dasar perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam keputusan tersebut, modal dasar MEJA dinaikkan dari Rp100 miliar yang terbagi atas 5 miliar saham menjadi Rp208,64684 miliar yang terbagi atas 10,432342 miliar saham.
Nilai nominal saham tetap sebesar Rp20 per saham. Dengan demikian, peningkatan modal dasar tersebut menambah kapasitas jumlah saham yang dapat diterbitkan perseroan hingga sekitar 10,43 miliar saham.
Keputusan tersebut mendapatkan dukungan sangat besar dari pemegang saham. Sebanyak 1.529.995.009 saham atau 99,99% suara menyatakan setuju, sementara tidak terdapat suara yang menyatakan tidak setuju. Adapun suara abstain tercatat sebanyak 107.100 saham atau 0,01%.
Perlu diketahui saham MEJA pada penutupan Jumat (21/8) berada di level Rp131. dalam sepekan terakhir naik 16 persen. Dalam sebulan melonjak 36 persen dari harga Rp96 pada 23 Juli 2026.
Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) mempetanyakan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) terkait volatilitas transaksi saham perseroan. Dalam keterangannya, MEJA menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum dipublikasikan yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.
Penjelasan tersebut disampaikan sebagai respons atas permintaan BEI melalui surat Nomor S-10817/BEI.PP3/08-2026 terkait volatilitas transaksi efek MEJA.
Manajemen MEJA menegaskan tidak terdapat informasi material yang belum diungkapkan kepada publik sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun peraturan BEI yang berpotensi memengaruhi nilai atau harga saham perseroan.
Namun, MEJA mengungkap satu rencana korporasi yang tengah berjalan. Perseroan menyebut masih memiliki rencana aksi korporasi berupa akuisisi PT Trimata Coal Perkasa.
"Perseroan memiliki rencana tindakan korporasi sebagaimana yang telah diungkapkan kepada publik, antara lain rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa," jelas manajemen MEJA pada Kamis (20/8).
Perseroan menegaskan akan menyampaikan setiap perkembangan material terkait rencana tersebut kepada publik sesuai ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan pasar modal yang berlaku.
Di sisi lain, MEJA memastikan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian material lain yang belum disampaikan kepada publik yang berpotensi memengaruhi harga saham ataupun kelangsungan usaha perseroan.
Manajemen juga telah melakukan konfirmasi kepada pengendali dan pemegang saham utama mengenai rencana kepemilikan saham. Hasilnya, hingga saat ini tidak terdapat rencana perubahan kepemilikan saham yang perlu diungkapkan kepada publik.