EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

Surat Utang Rp2,4T Berstatus Default, WIKA sebut Cari Jalan Keluar

Oleh Komarudin 23 Aug 2026 22:58 2 menit baca

EmitenTrust.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menymapaikan bahwa Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II menjadi idD dari sebelumnya idCCC. Penurunan peringkat juga terjadi pada Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II menjadi idD(sy) dari sebelumnya idCCC(sy).

Penurunan peringkat tersebut dilakukan setelah Pefindo melakukan special review terhadap instrumen utang perseroan. Perusahaan menyampaikan bahwa perubahan peringkat sepenuhnya merupakan kewenangan lembaga pemeringkat dan perseroan menerima hasil pemeringkatan tersebut.

Berdasarkan rilis Pefindo, penurunan peringkat menjadi idD dan idD(sy) dilakukan sebagai tindak lanjut atas penangguhan pembayaran kupon Obligasi dan Sukuk yang jatuh tempo pada 18 Agustus 2026.

WIKA sebelumnya telah mengungkapkan penangguhan pembayaran tersebut kepada publik melalui keterbukaan informasi Nomor SE.01.00/A.CORSEC.00239/2026 pada 31 Juli 2026.

Peringkat idD pada skala Pefindo menunjukkan kondisi default, yakni terdapat kewajiban keuangan yang tidak dapat dipenuhi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sementara itu, idD(sy) merupakan peringkat default untuk instrumen sukuk.

ManajemenWIKA menegaskan bahwa naik atau turunnya peringkat kredit merupakan hal yang dapat terjadi mengikuti dinamika kondisi perusahaan dan tidak bersifat permanen.

Selanjutnya, perseroan menyatakan akan terus melakukan komunikasi secara intensif dengan Wali Amanat serta pemegang Obligasi dan Sukuk untuk mencari kesepakatan terkait penyelesaian kewajiban.

"Perseroan akan terus melakukan komunikasi secara intensif bersama Wali Amanat dan pemegang Obligasi/Sukuk, untuk mencapai kesepakatan bersama dalam hal penyelesaian kewajiban yang dapat mengakomodir kepentingan para pihak," tulis Corporate Secretary Ngatemin.

Seperti diketahui PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)  Pefindo menetapkan peringkat D untuk tiga seri Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 serta tiga seri Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 dengan total mencapai sekitar Rp2,47 triliun.

Rinciannya, Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 Seri A memiliki pokok Rp583,77 miliar, Seri B sebesar Rp417,86 miliar, dan Seri C sebesar Rp718,37 miliar.

Sementara itu, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 Seri A tercatat sebesar Rp412,9 miliar, Seri B Rp176,05 miliar, dan Seri C Rp161,05 miliar.

Dengan demikian, total pokok tiga seri obligasi mencapai sekitar Rp1,72 triliun, sedangkan tiga seri sukuk mencapai sekitar Rp750 miliar.

Topik terkait
WIKA Wijaya Karya Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Obligasi Berkelanjutan II Tahap II menjadi idD idD(sy) idCCC(sy)