SCNP Raup Laba Rp15,6M, Pendapatan Naik 28,8% di Kuartal III

SCNP Raup Laba Rp15,6M, Pendapatan Naik 28,8% di Kuartal III
PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) membukukan laba bersih sebesar Rp15,64 miliar hingga 30 September 2026, meningkat 7,04% dibandingkan Rp14,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) membukukan laba bersih sebesar Rp15,64 miliar hingga 30 September 2026, meningkat 7,04% dibandingkan Rp14,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan usaha, lonjakan laba usaha, serta perbaikan arus kas operasional.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, pendapatan usaha SCNP mencapai Rp219,39 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, naik 28,83% dibandingkan Rp170,30 miliar pada periode yang sama 2025.

Seiring pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan meningkat 29,22% menjadi Rp189,46 miliar dari Rp146,62 miliar. Dengan demikian, laba kotor perseroan naik 26,39% menjadi Rp29,93 miliar, dibandingkan Rp23,68 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja operasional SCNP menunjukkan perbaikan signifikan. Laba usaha melonjak menjadi Rp6,07 miliar, dari hanya Rp506,82 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini terjadi meskipun total beban usaha meningkat 2,95% menjadi Rp23,86 miliar dari Rp23,17 miliar.

Beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp1,63 miliar dari Rp1,31 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi tercatat Rp22,23 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp21,87 miliar pada periode sebelumnya.

Dari sisi pendapatan dan beban lain-lain, SCNP membukukan penghasilan lain-lain bersih Rp9,63 miliar, turun 31,74% dibandingkan Rp14,10 miliar pada September 2025. Pendapatan keuangan juga turun menjadi Rp1,33 miliar dari Rp3,34 miliar, sedangkan beban keuangan meningkat menjadi Rp160,47 juta dari Rp106,32 juta.

Meski penghasilan lain-lain menyusut, laba sebelum pajak tetap meningkat 7,46% menjadi Rp15,70 miliar dari Rp14,61 miliar. Setelah dikurangi beban pajak Rp60,96 juta, laba bersih SCNP mencapai Rp15,64 miliar.

Laba per saham dasar perseroan turut meningkat menjadi Rp6,62, dibandingkan Rp5,92 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset SCNP per 30 September 2026 mencapai Rp513,39 miliar, meningkat 20,82% dibandingkan Rp424,93 miliar pada 31 Desember 2025.

Aset lancar naik menjadi Rp293,61 miliar dari Rp249,64 miliar. Namun, kas dan setara kas turun tajam menjadi Rp21,00 miliar dari Rp86,86 miliar pada akhir 2025, atau merosot sekitar 75,82%.

Perseroan juga mencatat kas yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp45,30 miliar, sementara pada akhir 2025 tidak terdapat saldo pada pos tersebut. Pada laporan arus kas, perubahan kas yang dibatasi penggunaannya tercatat sebagai arus keluar pendanaan sebesar Rp45,30 miliar.

Piutang usaha pihak ketiga meningkat menjadi Rp106,18 miliar dari Rp71,60 miliar. Persediaan juga naik menjadi Rp76,14 miliar dari Rp68,51 miliar.

Sementara itu, aset tetap bersih meningkat menjadi Rp154,40 miliar dari Rp104,10 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan pengeluaran investasi, dengan arus kas untuk perolehan aset tetap mencapai Rp58,35 miliar dan uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp7,55 miliar selama periode berjalan.

Total liabilitas SCNP meningkat menjadi Rp160,00 miliar per akhir September 2026, dibandingkan Rp77,17 miliar pada akhir 2025. Kenaikan terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek yang naik menjadi Rp148,78 miliar dari Rp65,17 miliar.

Salah satu pos baru dalam neraca adalah utang bank sebesar Rp45,20 miliar. Pada laporan arus kas, perseroan mencatat penerimaan pinjaman bank jangka pendek dengan nilai yang sama.

Utang usaha pihak ketiga juga naik menjadi Rp87,09 miliar dari Rp54,30 miliar. Di sisi lain, total ekuitas tercatat Rp353,39 miliar, relatif meningkat dari Rp347,75 miliar pada akhir 2025.

SCNP juga membagikan dividen sebesar Rp10 miliar selama periode sembilan bulan 2026, meningkat dibandingkan pembayaran dividen Rp2,50 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Arus kas bersih dari aktivitas operasi SCNP berbalik positif menjadi Rp10,10 miliar hingga September 2026, dibandingkan arus kas negatif Rp24,49 miliar pada periode yang sama 2025.

Namun, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi meningkat menjadi Rp65,86 miliar dari Rp23,31 miliar. Setelah memperhitungkan arus kas pendanaan negatif Rp10,10 miliar, kas dan setara kas perseroan berkurang Rp65,86 miliar sepanjang periode berjalan.