BEI Layangkan Surat ke Emiten Hapsoro (RATU), Terkait Ini

BEI Layangkan Surat ke Emiten Hapsoro (RATU), Terkait Ini
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), emiten milik pengusaha Hapsoro, menyusul volatilitas transaksi sahamnya di tengah tekanan harga yang signifikan sepanjang 2026.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), emiten milik pengusaha Hapsoro, menyusul volatilitas transaksi sahamnya di tengah tekanan harga yang signifikan sepanjang 2026.

Dalam sepekan terakhir, saham RATU terkoreksi sekitar 12%. Penurunan semakin dalam dalam periode yang lebih panjang, yakni mencapai 36,27% dalam sebulan dan 62,4% dalam enam bulan. Secara tahun berjalan (year to date/YTD), saham RATU telah merosot 73,1% dari posisi Rp9.675 pada 2 Januari 2026.

Meski mengalami tekanan tajam, saham RATU pada perdagangan Kamis (22/10/2026) berbalik menguat 4,42% ke level Rp2.600.

Menanggapi permintaan penjelasan BEI, Corporate Secretary & Legal RATU, Supriyanti Priandini, menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal selain informasi yang telah disampaikan secara resmi kepada publik.

Supriyanti juga menegaskan tidak terdapat informasi material lain yang belum diungkapkan sebagaimana diatur dalam ketentuan BEI. Perseroan mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang dapat memengaruhi harga saham RATU.

Terkait agenda perusahaan, manajemen menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk tindakan yang berpotensi memengaruhi pencatatan saham di bursa setidaknya dalam tiga bulan mendatang.

" Manajemen memastikan tidak terdapat kejadian material lain yang belum dipublikasikan dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perusahaan," jelas Supriyanti dalam menjawab surat BEI pada Kamis (22/10).

Adapun mengenai rencana pemegang saham utama, RATU menyampaikan telah melakukan konfirmasi dan memperoleh keterangan bahwa hingga saat ini pemegang saham utama tidak memiliki rencana untuk mengubah kepemilikan sahamnya di perseroan.